Jeli Gamat Luxor dan Spirulina Untuk Pasien Kanker

Jeli Gamat Luxor dan Spirulina Untuk Pasien Kanker. Tidak hanya menjalani pengobatan, pada pasien penderita kanker juga butuh nutrisi yang mencukupi. Nutrisi ini penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, terapi kesembuhan, dan tentunya mencegah kanker untuk kambuh kembali. Pada Penderita kanker menurunnya nafsu makan dan tekanan psikologis tak dimungkiri membuat seorang penderita kehilangan nafsu makan. Yang pada akhirnya mereka pun bisa menglami malnutrisi. Penderita kanker atau mereka yang sedang dalam proses pemilihan justru membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Karena nutrisi yang cukup akan membantu proses penyembuhan berjalan cepat. Jadi idealnya, para penderita tetap butuh mengatur pola makan yang kesemuanya mengandung nutrisi penting, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Pasien KankerImage https://www.health.harvard.edu

Untuk pasien kanker payudara misalnya, pada pasien yang sedang menjalani terapi, baik itu operasi kemoterapi maupun radiasi, asupan nutrisi yang baik akan dapat mempertahankan status nutrisi. Dengan begitu, pasien dapat menjalani terapi nya. Tujuan utama terapi nutrisi adalah memperbaiki defisiensi zat gizi yang diperlukan sehingga berat badan dapat dipertahankan dan pengobatan dapat berjalan lancar. Terapi pelengkap ini terbukti membantu mengontrol gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderita kanker. Hal tersebut dimaksudkan agar waktu pemulihan pun lebih cepat. Terapi tambahan tidak bisa diberikan pada semua penderita kanker, karena bergantung pada jenis kankernya.

Jeli Gamat Luxor dan Spirulina Pacifica Paduan Tepat Untuk Pasien Kanker

Para penderita kanker membutuhkan protein nabati dan hewani serta makanan yang berserat untuk tubuh. Makanan sehat secara efektif dapat berpengaruh terhadap kondisi pasien kanker. Spirulina Pacifica dan Jeli Gamat dapat menjadi salah satu sumber makanan pada pasien kanker. Bentuknya yang cairan ( jeli gamat ) dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan nutrisi bagi tubuh dalam bentuk protein. Sedangkan Spirulina Pacifica sebagai makanan kaya gizi esensial dalam bentuk kering lebih mudah dikonsumsi. Spirulina Pacifica dan Jeli Gamat membantu menguatkan fisik tubuh terutama ketika fisik lemah akibat kemoterapi sebagai bagian terapi yang dilakukan pada penderita kanker.

 

Jeli Gamat Luxor dan Spirulina Untuk Pasien Kanker

Spirulina dapat dikatakan sebagai sumber makanan yang paling baik, karena memiliki kandungan nutrisi makro dan mikro yang paling lengkap dibandingkan makanan lainnya. Spirulina memiliki kandungan nutrisi mikro yang sangat berkhasiat seperti zeaxanthin, beta-karoten, phycocyanin, yang merupakan tiga kandungan spirulina yang utama. Ketiga senyawa utama ini memiliki peran sebagai antioksidan, yang berfungsi untuk meningkatkan sistem sistem kekebalan tubuh dari serangan penyakit luar, salah satunya adalah untuk menangkal radikal bebas. Penemuan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Bob Capelli, seorang profesional sekaligus petinggi Cyanotech (Perusahaan produsen spirulina paling besar di dunia), yang juga adalah ahli herbal terpercaya lulusan universitas Rutgers.

Kandungan Jeli Gamat dan Spirulina untuk Terapi Penyakit Kanker

Kandungan spirulina lainnya adalah vitamin B1 atau Thiamin, vitamin B2 atau Riboflavin, vitamin B3, vitamin B12. Masing-masing vitamin tersebut juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh, sebagai contoh: vitamin B12 berguna untuk membantu pembentukan sel darah merah, perbaikan sistem saraf dan pembentukan sumsum tulang. Jurnal dari American Association for Cancer Research, diet rendah karbohidrat dan kaya protein dapat mengurangi risiko kanker dan memperlambat pertumbuhan tumor yang sudah ada. Hal ini menunjukkan bahwa sesuatu yang sederhana seperti perubahan dalam diet dapat berdampak pada risiko kanker.

Kemoterapi Kanker

Teripang atau timun laut bukan hanya mengandung nutrisi tinggi dan lezat, tapi dalam pengobatan Tiongkok sejak lama sudah dimanfaatkan sebagai tambahan dalam pengobatan kanker. Teripang juga biasa dijadikan tambahan bagi mereka yang sedang menjalani kemoterapi karena sangat efektif mengurangi efek samping dari terapi kanker, kata Ty M.Bollinger, penulis buku “Cancer: Step Outside the Box”. Kemoterapi adalah pemberian obat imunosupresan yang ditujukan untuk membunuh sel kanker. Tetapi seringkali terapi ini juga membuat sistem imun lemah sehingga penderita kanker mengalami berbagai efek samping yang tidak nyaman. “Kandungan dalam teripang bisa membuat sistem imun kembali kuat,” katanya. Selain memiliki manfaat imunomodulator (penguat sistem imun), teripang juga disebutkan bersifat cytotoksik, yang berarti mampu membunuh sel kanker.

Di Indonesia, Dr.Ir.Delianis Pringgenis, dosen Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang, juga pernah melakukan penelitian mengenai manfaat teripang (Kompas 6/9/12) . Menurutnya, teripang juga mencegah penyumbatan pembuluh darah dan peradangan, menormalkan kadar gula darah, merangsang pemulihan sel, serta menghilangkan rasa sakit.

Teripang memang lebih banyak dikonsumsi di Tiongkok dan Asia Tenggara karena teksturnya yang lembut dan khasiatnya gamat sebagai obat. Di dunia Barat, hewan laut ini kurang dikenal walau sudah diteliti lebih dari 15 tahun. Fokus penelitian para ahli adalah manfaat teripang dalam pengobatan kanker. Bantu penuhi kebutuhan nutrisi pendrita kanker dengan memberi asupan tambahan nutrsi denga Spirulina dan Jeli Gamat secara rutin, Saran konsumsi Spirulina Pacifica 3×10 tablet , dan Jeli Gamat 3×2 sdm sehari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s